Rabu, 16 September 2009

Pasal 4 - Sang Mahdi: Mesias Yang Dinantikan Dalam Islam

Di antara Kiamat Besar, hal yang paling dinantikan dan merupakan tanda utama adalah penantian Muslim akan kedatangan seorang manusia yang dikenal sebagai, “Sang Mahdi.” Dalam bahasa Arab, al-Mahdi berarti “Yang dibimbing.”1 Dalam Muslim Shi’a, ia juga dikenal sebagai Sahib Al-Zaman atau Al-Mahdi al-Muntadhar, artinya: “Penguasa Jaman” dan “Yang Dinanti-nantikan.” Sang Mahdi adalah manusia utama dalam Kiamat Besar. Hal ini dikonfirmasi oleh Ibn Kathir, akademisi Muslim termasyur pada abad VIII:
Setelah tanda-tanda yang lebih kecil (lesser signs), dan Saatnya telah kelihatan dan semakin meningkat, yaitu ketika umat manusia mencapai titik penderitaan terbesar. Kemudian Mahdi yang dinanti-nantikan akan datang; Dia adalah tanda pertama yang begitu jelas waktu kedatangannya.2

Kedatangan Mahdi merupakan elemen pusat yang diagung-agungkan dalam semua cerita akhir jaman Islam. Begitu pentingnya kedatangan Mahdi bagi eskatologi Islam, sehingga beberapa cendekiawan Muslim bahkan tidak menyebutkan “Kiamat Kecil”, akan tetapi menyebut mereka sebagai “tanda-tanda yang datang bersamaan dengan Sang Mahdi.”3 Meskipun ada beberapa perbedaan keyakinan antara sekte Suni dan Shi’a, dan kendati beberapa kelompok dalam Suni menolak perbedaan itu sama sekali; keyakinan umum mengenai Sang Mahdi bukanlah isu satu aliran saja, tetapi diterima oleh kebanyakan Muslim di seluruh dunia. Menurut Shaykh Muhammad Hisham Kabbani, ketua Islamic Supreme Council of America:

Kedatangan Mahdi adalah doktrin tetap bagi Muslim Suni dan Shia, dan sesungguhnya juga bagi seluruh umat manusia.4

Ayatollah Baqir al-Sadr dan Ayatollah Murtada Mutahhari, keduanya merupakan cendekiawan Muslim Shi’a, dalam buku mereka, The Awaited Savior, memaparkan Sang Mahdi dengan cara demikian:
Dalam sejarah umat manusia tidak pernah ada sebuah figur yang lebih legendaris daripada Sang Mahdi, Juruselamat yang dinanti-nantikan. Alur dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia telah merancang sebuah disain yang indah dalam kehidupan manusia. Namun pola Sang Mahdi berdiri di atas pola-pola lainnya. Dia adalah yang dibayangkan oleh para pengkhayal. Dia adalah mimpi dari para pemimpi. Bagi puncak keselamatan manusia, dia adalah Bintang Utara pengharapan, kepada siapa pandangan umat manusia tertuju…. Dalam pencarian tentang kebenaran sang Mahdi, tidak ada perbedaan kasta, kredo, atau pun negara. Pencarian ini bersifat universal, persis seperti Mahdi sendiri yang bersifat universal. Dia berdiri gemerlapan jauh di atas tembok sempit yang membelah dan membagi kemanusiaan. Dia adalah milik semua orang. Lebih jauh lagi, apakah sebenarnya Sang Mahdi itu? Tentulah ini merupakan pertanyaan besar yang ditanyakan oleh semua orang yang berpikir.5

Siapakah sesungguhnya “yang dinanti-nantikan” ini (yang dinantikan oleh dunia Islam), dan apa yang ia lakukan sehingga menyebabkan mereka semua menanti-nantikan kedatangannya? Pasal ini akan coba menjawab pertanyaan di atas, terutama dengan mengutip berbagai tradisi Islam dan interpretasi cendekiawan Muslim yang mempelajarinya. Saya ingin mendorong anda untuk mengambil waktu membaca setiap kutipan. Dalam referensi-referensi itulah kita akan menemukan keterkaitan mengenai pusat kepercayaan dan semangat dari 1.5 milyar Muslim yang berbagi tempat di bumi bersama kita. Mereka yang menginginkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor spiritual mendasar, dan yang telah mempengaruhi dunia saat ini harus diberi perhatian secara seksama.

Mesias Islam
Dalam kata-kata yang paling sederhana, Sang Mahdi adalah Mesias dalam Islam. Sementara arti kata “Mesias” dan “Mesianisme” sangat jelas berasal dari akar kata Yahudi-Kristen. Profesor Abdulaziz Abdulhussein Sachedina dari Universitas Virginia setuju bahwa kata-kata ini digunakan dalam konteks Islam ketika menunjuk pada Sang Mahdi. Dalam karya ilmiahnya mengenai subjek ini, Islamic Messianism, Sachedina menjelaskan secara panjang lebar, demikian:
Kata “mesianisme” dalam konteks Islam sering digunakan untuk menerjemahkan sebuah konsep penting mengenai figur eskatologi, Sang Mahdi. Ia adalah pemimpin yang telah ditetapkan “akan bangkit” untuk memulai transformasi sosial guna memperbaiki dan mengatur segala sesuatu di bawah bimbingan ilahi. Oleh karena itu, Mesias Islam mewujudkan aspirasi pengikut-pengikutnya dalam restorasi kemurnian agama yang akan membawa bimbingan sejati dan tidak terkorup, bagi semua umat manusia. Ia juga akan menciptakan kehidupan sosial yang adil dan dunia yang bebas dari tekanan, di mana pewahyuan Islam akan menjadi norma bagi seluruh bangsa.6

Maka tepatlah bila dikatakan “kebangkitan” Mahdi, oleh kebanyakan orang Muslim, disamakan dengan kedatangan kembali Yesus bagi orang Kristen. Sementara orang Kristen menantikan kedatangan Yesus untuk menggenapi semua janji dalam nubuat Tuhan bagi umatNya, orang Muslim menantikan kemunculan sang Mahdi, untuk menggenapi tujuan-tujuan ini. Sheikh Kabbani mengidentifikasikan Sang Mahdi sebagai figur mesias dalam Islam:
Orang-orang Yahudi menantikan Mesias, umat Kristen menantikan Yesus, dan kaum Muslim menantikan baik Mahdi maupun Yesus. Semua agama mendeskripsikan mereka sebagai manusia yang akan menyelamatkan dunia.7

Laki-laki yang Berasal dari Keluarga Muhammad
Hal pertama dan yang paling sering dikutip secara khidmat dalam keyakinan Islam mengenai Mahdi adalah tradisi yang menyatakan bahwa Sang Mahdi merupakan keturunan keluarga Muhammad, dan akan menyandang nama Muhammad:
Dunia tidak akan berakhir hingga seorang laki-laki dari sebuah keluarga, yang namanya sama dengan namaku, memerintah seluruh Arab.8
Nabi berkata: Sang Mahdi akan berasal dari keluargaku, dari keturunan Fatima (salah seorang istri Muhammad).9

Pemimpin Universal bagi Seluruh Umat Muslim
Di seluruh dunia Islam saat ini terdapat panggilan untuk merestorasi Kekalifahan Islam. Kalifah dalam Islam adalah puncak kepemimpinan politik dan agama bagi seluruh Muslim. Kalifah dipandang sebagai wakil pemerintahan Allah di bumi. Adalah penting untuk memahami bahwa ketika Muslim menginginkan restorasi kekalifahan, pada dasarnya Sang Mahdi sendirilah yang mereka panggil, karena Mahdi merupakan kalifah Islam terakhir yang dinanti-nantikan. Dengan demikian Muslim di mana pun berkewajiban untuk mengikuti Sang Mahdi.

Apabila kamu melihat dia, pergilah dan berikanlah kesetiaanmu kepadanya, bahkan sekalipun kamu harus merangkak di atas es, karena dia (Sang Mahdi) adalah wakil pemerintahan (Kalifah) Allah.10

Dia akan membersihkan jalan dan mendirikan pemerintahan keluarga (atau komunitas) Muhammad… Setiap orang percaya berkewajiban mendukungnya.11

Pemimpin Dunia
Sang Mahdi dipercaya akan menjadi pemimpin Muslim di masa depan yang tidak hanya akan memerintah dunia Islam, melainkan juga dunia non-Muslim. Sang Mahdi dikatakan akan memimpin revolusi dunia yang akan mendirikan aturan dunia Islam yang baru di seluruh bumi:
Sang Mahdi akan menjunjung kebenaran dan keadilan di dunia dan menghapus kejahatan dan korupsi. Dia akan menang melawan musuh-musuh Muslim.12
Dia akan muncul kembali pada hari yang telah ditentukan, dan kemudian dia akan melawan kekuatan jahat, memimpin sebuah revolusi dan memberlakukan aturan dunia baru yang berdasarkan keadilan, kebenaran, dan kebajikan….terutama akan memegang kebenaran dalam mengelola dunia dalam tangan mereka, dan Islam akan menjadi pemenang dari semua agama.13
Dia adalah pelopor kemenangan dari kebenaran dan kejatuhan dari semua tirani. Dia akan menyuarakan berakhirnya ketidakadilan dan tekanan, dan merupakan awal dari kebangkitan matahari Islam yang tidak akan terbenam lagi, dan yang akan memastikan kebahagiaan dan peningkatan kemanusiaan…. Sang Mahdi adalah sebuah tanda jelas dari Allah yang segera menjadi bukti bagi semua orang.14

Cara-cara dan metode Sang Mahdi dalam menyelesaikan revolusi dunia ini termasuk kampanye militer atau perang suci (jihad). Sementara beberapa Muslim percaya bahwa sebagian besar non-Muslim akan memeluk Islam secara damai selama pemerintahan Mahdi, kebanyakan tradisi menggambarkan dunia non-Muslim menjadi Islam sebagai hasil penaklukan yang dilakukan oleh Mahdi. Abdallrahman Kelani, penulis The Last Apocalypse, mendeskripsikan banyak perang yang akan dilakukan Sang Mahdi:
Al-Mahdi akan menerima banyak janji kesetiaan sebagai seorang kalifah bagi Muslim. Dia akan memimpin Muslim dalam banyak peperangan jihad. Pemerintahannya akan menjadi Kekalifahan yang mengikuti tuntunan Nabi. Banyak perang yang akan terjadi antara Muslim dan orang-orang tidak percaya selama pemerintahan Sang Mahdi….14

Bahkan Harun Yahya, seorang penulis Muslim moderat dan sangat popular, menunjuk invasi Mahdi ke tanah-tanah non-Muslim:
Sang Mahdi akan menyerbu semua tempat antara Timur dan Barat.16

Pasukan Berbendera Hitam
Dikatakan bahwa pengaruh Sang Mahdi untuk berkuasa akan didahului oleh pasukan dari timur yang akan membawa bendera-bendera hitam atau spanduk-spanduk peperangan. Sheikh Kabbani menyatakan:
Hadis mengindikasikan bahwa bendera-bendera hitam yang berdatangan dari daerah Khorasan akan menjadi isyarat bahwa kedatangan Sang Mahdi sudah dekat. Khorasan adalah Iran saat ini, dan beberapa akademisi telah mengatakan bahwa hadis ini berarti bendera-bendera hitam datang dari Asia Tengah, misalnya di arah Khorasan, kemudian muncullah Mahdi dengan segera.17

Tradisi lain menyatakan bahwa:
Pembawa pesan Allah mengatakan: Spanduk-spanduk hitam akan berdatangan dari timur dan hati mereka akan sekeras besi. Siapa pun yang mendengar mereka harus bergabung dan memberikan kesetiaan mereka, bahkan bila hal itu berarti merangkak menyeberangi salju.18

Dalam Islam terdapat dua buah bendera. Satu berwarna putih dan yang satu berwarna hitam. Tertulis di kedua bendera itu huruf Arab: “Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.” Bendera putih disebut Al-Liwaa dan menjadi tanda bagi pemimpin pasukan Muslim, dan merupakan bendera negara Islam. Bendera hitam disebut ­Ar-Raya, dan digunakan oleh pasukan Muslim. Bendera itu juga disebut bendera jihad, dan dibawa dalam peperangan. Satu bendera merupakan tanda pemerintahan dan yang lain adalah bendera militer.19 Ketika Muhammad kembali ke rumahnya di Mekah setelah mengungsi selama delapan tahun, ia kembali sebagai seorang penakluk. Bersama dia ada 10.000 tentara Muslim. Mereka membawa bendera hitam bersama mereka. Pada bendera itu terdapat satu kata yang tertulis dalam bahasa Arab: penghukuman.20
Ketika saya sedang berbicara dengan sekelompok pemuda Muslim dan menanyakan beberapa pertanyaan. Saya bertanya apakah kekuatan superior Amerika dan Israel yang terlihat dengan begitu jelas dibandingkan militer negara Muslim mana pun merupakan akar permasalahan bagi banyak orang Muslim. Salah seorang pemuda ini menjadi sangat marah akan pertanyaan saya dan menggertak, “Kalian Amerika dan Zionis sebaiknya bersiap-siap, karena bendera-bendera hitam akan segera datang!” Pada waktu itu, saya tidak mengetahui apa yang sedang dia bicarakan. Beberapa waktu kemudian saya mengerti artinya.

Penaklukan Israel
Tradisi Islam menggambarkan Sang Mahdi menggabungkan diri dengan pasukan perang Muslim yang membawa bendera hitam. Kemudian Mahdi akan memimpin pesukan ini menuju Israel untuk menaklukannya kembali bagi Islam. Orang-orang Yahudi akan dibantai hingga sangat sedikit yang tersisa dan Yerusalem akan menjadi lokasi di mana Mahdi memerintah dunia.
Rasulullah (Muhammad) mengatakan: “Pasukan-pasukan yang membawa bendera hitam akan datang dari Khurasan. Tidak ada kekuatan yang akan mampu menghentikan mereka dan mereka akhirnya akan mencapai Eela (Baitul Maqfas di Yerusalem) di mana mereka akan menaikkan bendera mereka.”21

Adalah penting untuk diperhatikan di sini bahwa referensi “Baitul Maqdas” Dalam bahasa Arab berarti “rumah suci.” Hal ini menunjuk kepada Masjid Dome of Rock yang terletak di atas Bukit Kuil di Yerusalem.
Dengan nada sengit, penulis dari Mesir, Muhammad ibn Izzat dan Muhammad ‘Arif mengomentari tulisan di atas:
Sang Mahdi akan menjadi pemenang dan akan membasmi babi-babi dan anjing-anjing itu, serta berhala-berhala masa kini; sehingga sekali lagi akan ada kekalifahan yang berdasarkan kenabian sebagaimana dinyatakan dalam hadis…. Yerusalem akan menjadi lokasi kekalifahan yang dituntun dengan benar dan menjadi pusat pemerintahan Islam, yang akan dikepalai oleh Imam al-Mahdi….yang akan mengakhiri kepemimpinan Yahudi…dan mengakhiri dominasi setan yang menyemprotkan kejahatan kepada orang-orang sehingga mengakibatkan terjadinya kecurangan di bumi, menjadikan mereka budak dari berhala-berhala palsu, dan memerintah dunia dengan aturan lain selain Syariah (Hukum Islam).
Penekanan oleh penulis22

Ada sebuah tulisan yang sangat terkenal dan sering dikutip disepanjang sejarah dunia Islam. Tulisan ini mendiskusikan kampanye militer Sang Mahdi melawan Israel. Tulisan ini memuakkan tetapi kedengarannya wajar:
Nabi mengatakan…..Belum akan tiba kiamat hingga saatnya kaum Muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi. Kaum Muslimin membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik batu dan pohon-pohonan. Lalu batu dan pohon-pohon berkata, "Wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi di belakang saya. Mari bunuhlah dia….."
Penekanan oleh penulis23

Pemberi Nafkah Sakti yang Akan Dicintai Semua Orang
Dikatakan bahwa Sang Mahdi memiliki kekuasaan atas angin dan hujan dan tanaman-tanaman. Di bawah pemerintahan Mahdi, dunia akan hidup dalam kesejahteraan. Tulisan Islam melaporkan bahwa suatu kali Muhammad berkata:

Pada hari-hari terakhir Ummah-ku (komunitas universal Islam), Sang Mahdi akan muncul. Allah akan memberinya kekuatan atas angin dan hujan dan bumi akan menumbuhkan daun-daunan. Dia akan memberikan kekayaan yang sebesar-besarnya, ternak akan melimpah, dan Ummah akan berkembang dan dihormati….24


Pada masa itu, kelompokku akan menikmati waktu kebahagiaan yang tidak pernah dialami sebelumnya. Surga akan mengirimkan hujan deras kepada mereka, bumi tidak akan menahan tanamannya, dan kekayaan akan tersedia bagi semua orang. Seseorang akan berdiri dan berkata, “Berikanlah Mahdi kepadaku!” dan dia akan berkata, “Ambillah.”25

Sebagai hasil dari berbagai keuntungan yang diberikan Mahdi, dikatakan bahwa seluruh makhluk di bumi akan dipenuhi oleh cinta yang mendalam kepadanya:

Allah akan menaburkan cinta kepadanya di dalam hati semua orang.26

Al Mahdi muncul, semua orang hanya akan membicarakan dia, mereguk cinta yang ditujukan padanya, dan tidak akan membicarakan hal lain selain tentang dirinya.27

Waktu Pemerintahan Sang Mahdi
Sementara ada lebih dari satu tradisi mengenai sifat dan waktu Sang Mahdi memegang kekuasaan, terdapat satu hadis khusus yang menempatkan peristiwa ini pada saat kesepakatan damai terakhir antara kaum Arab dan Romawi (“Romawi” menunjuk orang-orang Kristen, atau secara umum, dunia barat). Meskipun kesepakatan damai ini dibuat dengan kaum Romawi, dikatakan bahwa kesepakatan ini secara khusus dimediasi oleh seorang Yahudi yang berasal dari garis keturunan Harun. Kesepakatan damai akan dibuat selama jangka waktu tujuh tahun.

Rasulullah (Muhammad) mengatakan: Akan ada empat perjanjian antara kamu dan kaum Romawi (Kristen). Perjanjian keempat akan dimediasi oleh seorang yang berasal dari keturunan Hadrat Harun (Harun yang terhormat – kakak Musa) dan akan berlangsung selama tujuh tahun.
Penekanan oleh penulis

Kelihatannya periode kesepakatan damai itu juga merupakan periode kepemimpinan Mahdi. Meskipun ada beberapa tradisi yang menyebutkan bahwa Sang Mahdi akan memerintah di bumi selama delapan atau bahkan sembilan tahun, kebanyakan tulisan menyatakan bahwa kepemimpinannya akan berlangsung selama tujuh tahun.

Nabi mengatakan….Dia akan membagikan kekayaan, dan akan memerintah orang-orang berdasarkan sunah Nabi mereka dan menjunjung Islam di bumi. Dia akan memerintah selama tujuh tahun, kemudian mati, dan kaum Muslim akan mendoakan dia.
Penekanan oleh penulis

Nabi mengatakan: Sang Mahdi….akan memenuhi bumi dengan kekayaan dan keadilan sebagaimana dahulu dipenuhi dengan tekanan dan tirani, dan dia akan memerintah selama tujuh tahun.
Penekanan oleh penulis

Sang Mahdi, Penunggang Kuda Putih
Sang Mahdi dipercaya akan mengendarai kuda putih. Sulit dikatakan apakah hal itu merupakan bersifat simbolis atau literal. Cukup menarik, tradisi ini berdasarkan tafsiran Muslim terhadap kitab orang Kristen. Meskipun pada kenyataannya Muslim memandang Alkitab telah diubah dan dikorupsi oleh Yahudi dan Kristen, mereka masih mengklaim bahwa beberapa bagian “asli” dari kitab-kitab itu masih bisa ditemukan di dalam Alkitab yang sudah “korup”. Dengan demikian terdapat tradisi dalam studi Islam yang mencari-cari bagian itu dalam Alkitab sehingga Muslim merasa dapat dimurnikan dari pengaruh korup kaum Yahudi dan Kristen. Tradisi Yahudi-Kristen ini disebut isra’iliyyat oleh kaum Muslim. Salah seorang penyebar tradisi Alkitab adalah akademisi Muslim Ka’b al-Abhar. Oleh kaum Muslim, ia dipandang sebagai penyebar Hadis dan isrs’iliyyat yang dapat dipercaya.31 Pandangan Ka’b al-Abhar bahwa deskripsi penunggang kuda putih yang sama dengan yang ada dalam Kitab Wahyu adalah Sang Mahdi, didukung oleh dua penulis Mesir terkemuka, Muhammad Ibn ‘Izzat dan Muhammad ‘Arif, dalam buku mereka Al Mahdi and the End of Time. ‘Izzat dan Arif mengutip perkataan Ka’b al Abhar demikian:
Saya menemukan Sang Mahdi dilaporkan dalam kitab nabi-nabi…Misalnya, Kitab Wahyu mengatakan, “Dan aku melihat dan memandang seekor kuda putih. Dia yang duduk di atasnya…pergi menuju penaklukan dan menaklukan.”32

‘Izzat dan ‘Arif kemudian melanjutkan:
Sangatlah jelas bahwa laki-laki ini adalah Mahdi yang akan mengendarai kuda putih dan menghakimi berdasarkan Qur’an (dengan keadilan), dan manusia akan ditandai dengan tanda sujud pada dahi mereka (tanda dari dahi mereka karena bersujud hingga ke tanah sebanyak lima kali).33

Dikatakan oleh beberapa orang bahwa untuk alasan inilah Saddam Hussein memiliki beberapa lukisan dinding di seluruh Baghdad yang menggambarkan dirinya sebagai Pahlawan Muslim di atas kuda putih dengan pedang terangkat melakukan perang brutal melawan orang kafir.34

Al-Mahdi, Arkeolog Sakti
Dalam salah satu kumpulan tradisi yang sangat menarik mengenai Sang Mahdi dapat kita temukan bahwa ia dikatakan akan menemukan beberapa gulungan Alkitab yang belum ditemukan dan bahkan Tabut Perjanjian:
Ka’b al Abhar mengatakan, “Dia akan disebut ‘Mahdi’ karena dia akan menuntun (yahdi) kepada sesuatu yang tersembunyi, dan mengeluarkan Torah dan Injil dari kota bernama Antiokhia.”35

As-Suyuti menyebutkan dalam al-Hawi bahwa pembawa sabda Allah, semoga Allah memberkatinya dan menganugerahinya kedamaian, mengatakan, “dia disebut Mahdi karena dia akan menuntun orang-orang ke gunung di Siria di mana dia akan membawa keluar kumpulan Torah untuk membuktikan bahwa Yahudi salah. Di tangan Mahdi, Tabut Perjanjian akan dikeluarkan dari Laut Tiberias dan diambil dan ditempatkan di Yerusalem.36

Ad-Dani mengatakan bahwa ia akan disebut Mahdi karena dia akan dituntun menuju gunung di Siria di mana dari situ akan membawa kumpulan Torah dan beradu pendapat dengan Yahudi dan sekelompok orang akan menjadi Muslim.37

Tampaknya, tujuan menemukan bagian “yang hilang” dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; begitu juga dengan Tabut Perjanjian, adalah untuk membuat Kaum Kristen dan Yahudi memeluk Islam sebelum “membasmi” sisanya yang tidak memeluk Islam. Kita akan mendiskusikan aspek tradisi Islam ini lebih mendalam di bab berikutnya.

Rangkuman
Setelah melihat berbagai tradisi Islam dan pendapat cendekiawan Muslim, sekarang mari kita meneliti dan melihat kembali apa yang telah kita pelajari tentang orang dan misi Sang Mahdi dalam benak sebagian besar umat Muslim di seluruh dunia:
1.Sang Mahdi adalah figur mesias dalam Islam.
2.Dia merupakan keturunan Muhamad dan akan menyandang nama Muhammad (Muhammad bin Abdullah).
3.Dia merupakan seorang Islam yang sangat saleh.
4.Dia akan menjadi pemimpin dunia, baik dalam bidang spiritual, politik, dan militer.
5.Dia akan muncul setelah periode penganiayaan dan penderitaan besar di atas bumi.
6.Dia akan menegakkan keadilan dan kebenaran di seluruh dunia dan menghapuskan tirani serta tekanan.
7.Dia akan menjadi Kalifah dan Imam (wakil pemerintahan dan pemimpin) umat Muslim di seluruh dunia.
8.Dia akan memimpin revolusi dunia dan mendirikan aturan baru bagi dunia.
9.Dia akan memimpin tindakan-tindakan militer melawan semua yang menentangnya.
10.Dia akan menginvasi banyak negara.
11.Dia akan membuat perjanjian damai selama tujuh tahun dengan orang Yahudi keturunan imam.
12.Dia akan menaklukan Islam bagi Islam dan memimpin “Muslim-Muslim yang setia” dalam pembantaian/perang akhir melawan Yahudi.
13.Dia akan mendirikan pusat dunia Islam yang baru di Yerusalem.
14.Dia akan memerintah selama tujuh tahun (kemungkinan bisa sampai delapan atau sembilan tahun).
15.Dia akan menjadikan Islam sebagai satu-satunya agama yang dipraktekkan di bumi.
16.Dia akan muncul dengan mengendarai kuda putih (kemungkinan simbolik).
17.Dia akan menemukan beberapa manuskrip Alkitab yang belum ditemukan sebelumnya, yang akan dia gunakan untuk beradu pendapat dengan orang Yahudi dan menyebabkan beberapa orang Yahudi memeluk Islam.
18.Dia akan menemukan Tabut Perjanjian dari Laut Galilea, yang akan dia bawa ke Yerusalem.
19.Dia akan memiliki kekuatan supernatural dari Allah atas angin dan hujan dan tanaman.
20.Dia akan memiliki dan membagikan sejumlah besar kekayaan.
21.Dia akan dicintai oleh semua orang di bumi.

2 komentar:

  1. Saya orang muslim dan sebenernya artikel ini banyak mengandung kata yang kasar banget sih banyak yang kurang srek sama apa yang islam kenal tapi yang buat ini kan mantan islam radikal kan? Jadi yaudah salam toleran✌🏼

    BalasHapus
  2. Maaf kalau saya katakan penulis sangat jauh ilmu Islam, anda mengutip dari sumber yg cenderung anti Islam.

    Imam Mahdi bukan juru selamat sebab dalam Islam hanya Allah Swt saja juru selamat.

    Fatimah itu bukan isteri Nabi tapi dia anaknya.
    Kajian anda sama sekali jauh dari fakta kebenarannya.
    Anda tidak jujur,apa sebab dan kepada siapa Imam Mahdi berperang.

    Ayo kita sesama umat beragama saling harga menghargai dan berlaku jujur terhadap diri sendiri apalagi sesama orang lain.

    Shalom alaechem.🙏

    BalasHapus